Dengan pengetahuan yang masih sedikit seseorang mencoba memaknai kata keimanan. Menurutnya….

Keimanan itu, ada pada subuh berjama’ah berlari menempuh rinai menuju mesjid. Ada pada pikiran yang selalu penuh dengan dakwah dakwah dakwah. Agar bagaimana dan apapun kondisinya keberadaan harus punya makna, harus ada pesan dakwah yang disampaikan meski dengan diam.

Keimanan hadir pada sepertiga malam yang tidak biasa. Tidak seperti biasanya yang hanya dilalui dengan dua raka’at penuh kantuk. Keimanan yang dirindu, pada bulir bulir yang mengairi pipi yang tak kuasa menahan sedih akan waktu yang sia sia.

Keimanan larut dalam hati yang tergetar dan terkuatkan oleh firmanNya, yang mudah tersentuh, yang menjadi tenang karena dzikir padaNya.. Allah azza wa jalla..

Keimanan itu dihati, peluklah erat agar petunjuk Allah dan naungannya selalu ada membuat hidup ini sangat kaya.
sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam surge yang penuh kenikmatan, mengalir dibawahnya sungai- sungai” (QS: Yunus: 9)

Nb: Iman itu dihati, bisa diperoleh sendiri.. (setahu ku tidak bisa dicuri).. jadi tenang saja.. segera Miliki, nikmati dan jaga..

Advertisement